Pengunjung
| Designed by: |
| TOKO BUNGA DI SURABAYA |
Perkembangan Kebutuhan dan Toko Bunga di SurabayaDari Masa Era Tahun 1980 - 2010.
Era tahun 1980
Kebutuhan akan bunga masih belum begitu dominan , dimana saat itu instansi/ pribadi jarang memberikan ungkapan dengan bahasa bunga. Di masa itu instansi/ pribadi akan memberikan ucapan maupun ungkapan dengan bahasa bunga yang hanya diberikan kepada seseorang atau kolega /mitra kerja dengan melihat kondisi mikro ekonomi. Pastinya instansi/ pribadi tersebut akan memberikan kepada seseorang dengan kategori kelas atas/ High class society. Mungkin era tahun tersebut kondisi makro ekonomi negara kurang bagus , intinya seseorang akan menerima ungkapan /ucapan dengan bahasa bunga pasti seseorang tersebut dari kelas atas/ kaya. Seiring dengan kemajuan ekonomi negara, bahasa bunga mulai berjalan .
Di era tahun 1985Banyak perusahaan yang membuka cabang di Surabaya. Disaat itu kebutuhan akan bunga sudah menjadi kebutuhan sebuah instansi/ perusahaan. Kebutuhan bunga masih di dominasi bunga segar yang saat itu hampir supply bunga segar datang dari kota Batu Malang. Bunga Gladiol, Koisar, Mawar, Aster dan kenikir masuk ke Surabaya dengan pesat. Petani bunga di Batu Malang, berlomba-lomba mengubah lahan dari semula kebun Apel menjadi kebun bunga. Setiap hari jum'at, sabtu, minggu bunga segar datang di pasar bunga Kayon. Disaat itu sedikit sekali seseorang mempunyai usaha bunga, mungkin hanya lima toko bunga yang ada di Pasar Bunga Kayon Surabaya. Di era tahun 1990Bahasa bunga sudah hampir masuk di masyarakat. Sebagian masyarakat akan memberikan bahasa bunga kepada teman ataupun koleganya. Dimasa ini kebutuhan bahasa bunga didominasi oleh golongan etnis tertentu, jadi ungkapan masyarakat sekarang, menerima sebuah bunga pasti dari golongan etnis tersebut. Momentum-momentum besar seperti, Idul Fitri, Natal , Tahun baru dan Imlek dipastikan akan menjadi saat yang dinanti pengusaha bunga, disaat itu bahasa bunga pasti diberikan kepada teman, kolega dan mitra kerja. Hampir dua minggu sebelum hari raya tersebut, order akan bunga dipastikan sudah banyak bahkan mungkin satu bulan sebelumnya sudah ada order yang masuk ke toko bunga tersebut. Hal ini dikarenakan mungkin jumlah toko bunga yang ada masih minim sekali. Peningkatan permintaan akan bunga juga disebabkan pada saat itu pemerintah membuka kesempatan dan kemudahan untuk mendirikan Bank. Dengan banyaknya bank-bank berdiri maka permintaan akan kebutuhan bunga juga meningkat. Order bunga yang masuk di toko bunga Kayon juga mengalami peningkatan yang signifikan . Hampir dipastikan di masa ini toko bunga mengalami booming . Order bunga terus menerus ditambah dengan minimnya jumlah toko bunga di luar pasar bunga Kayon. Tahun 1997 - SekarangDisaat itu toko bunga yang ada di Surabaya, mengalami masa-masa sulit dimana terjadi krisis Ekonomi. Bahasa bunga yang sudah masuk di lingkungan masyarakat menengah sudah tidak terjadi lagi. Boleh dibilang tahun ini adalah masa pacekliknya toko bunga. Seiring membaiknya kondisi ekonomi bangsa, bahasa bunga mulai tampak lagi namun masih di dominasi instansi/perusahaan. Ini terjadi sampai saat ini, hampir 70% pesanan bunga berasal dari sebuah instansi/ perusahaan sisanya yang 30% berasal dari pribadi, yayasan maupun organisasi.
florist-centre-pasar-kayoon-surabaya.
***** |


























